Jumat, 16 September 2011



Pada tahun 1943-1944 di Kalimantan Barat, tepatnya di daerah Mandor telah terjadi satu peristiwa yang sangat memilukan yaitu pembantaian terhadap sekitar 21.037 orang yang sebagian besar berasal dari kalangan kerajaan, tokoh masyarakat, dan kaum cendekiawan Kalimantan Barat. Pembantaian ini dilakukan oleh tentara Jepang (Dai Nippon) yang pada saat itu menjajah negeri khatulistiwaku tercinta. Jumlah korban tersebut sampai saat ini masih menjadi tanda tanya tersendiri bagi sebagian orang karena menurut saksi mata pembantaian yang masih hidup saat ini yaitu Yamamoto (Kepala Kempetai pada saat itu), korban pembantaian pada saat itu bisa mencapai sekitar 50.000 orang.


Mereka adalah JE Pattiasina, Syarif Muhammad Alkadri, Pangeran Adipati, Pangeran Agung, Ng Nyiap Soen, Lumban Pea, dr Rubini, Kei Liang Kie, Ng Nyiap Kan, Panangian Harahap, Noto Soedjono, FJ Loway Paath, CW Octavianus Lucas, Ong Tjoe Kie, Oeray Alioeddin, Gusti Saoenan, Mohammad Ibrahim Tsafioeddin, Sawon Wongso Atmodjo, Abdul Samad, dr Soenaryo Martowardoyo, M Yatim, Rd Mas Soediyono, Nasaruddin, Soedarmadi, Tamboenan, Thji Boen Khe, Nasroen St Pangeran, E Londok Kawengian, WFM Tewu, Wagimin bin Wonsosemito, Ng Loeng Khoi, Theng Swa Teng, dr RM Ahmad Diponegoro, dr Ismail, Ahmad Maidin, Amaliah Rubini (istri dr Rubini), Nurlela Panangian Harahap (istri Panangian), Tengkoe Idris, Goesti Mesir, Syarif Saleh, Gusti A Hamid, Ade M Arief, Goesti M Kelip, Goesti Djafar, Rd Abdulbahri Danoeperdana, M Taoefik, AFP Lantang, dan Rd Nalaprana. (sumber : Catatan Syafaruddin Usman MHD dalam Harian Equator).


Nama-nama tersebut hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan korban yang mati secara tragis karena diculik dari rumah mereka kemudian dibantai oleh tentara jepang dilokasi yang sekarang ditandai dengan dibangun sebuah monument yang dihiasi relief-relief untuk menggambarkan bagaimana proses penculikan sampai pembantaian terjadi.

Banyaknya korban dan kekejaman tiada tara dikemudian hari dapat disaksikan melalui tulang-belulang yang berserakan dilokasi tersebut, tengkorak-tengkorak kepala yang terlepas dari raganya dapat melukiskan bagaimana nyawa-nyawa mereka berakhir diujung samurai. Bahkan saking banyaknya korban yang harus dieksekusi, dilokasi tersebut beberapa saat yang lalu sering ditemukan patahan-patahan samurai.

Menurut informasi dari bukti sejarah yang masih tersisa yaitu Surat Kabar Borneo Sinbun terbitan 1 Juli 1944, disebutkan ada sekitar 48 tokoh-tokoh yang disebut sebagai kepala-kepala komplotan yang sedang mempersiapkan rencana untuk menggerakkan perlawanan bawah tanah terhadap pasukan Jepang yang ada di Kalimantan Barat. Pada tanggal 28 Juni 1944, kesemua tokoh-tokoh tersebut beserta sanak keluarganya ikut dibawa ke suatu tempat yang sampai saat ini belum diketahui persis dimana dan dihukum mati dengan ditembak.

Pinggiran kota Mandor, sebuah kota kecil yang letaknya sekitar 88 kilometer dari kota Pontianak menjadi salah satu lokasi penguburan massal sebagian besar korban-korban pembantaian tersebut. Terjadi salah satu Kejahatan terkeji di muka bumi yg dilakukan oleh manusia terhadap manusia.

Kejahatan itu telah memutus satu generasi putra putri Kalimantan Barat. Dibawah pimpinan Letnan Jenderal Tadashige Daigo membantai 50.000 putra putri terbaik, para Raja, Cendikiawan, dan Tokoh2 Masyarakat. Mereka dipancung dan dimasukkan ke dalam satu lubang sehingga menyerupai bukit kematian.

Tentara pendudukan Jepang melakukan pembantaian massal di Kalbar terhadap kalangan feodal lokal, cerdik pandai, ambtenar, politisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga rakyat jelata, dari berbagai etnik, suku maupun agama.

Peristiwa yang dicatat sebagai sejarah paling kelam dan tragis bagi masyarakat Kalimantan barat meninggalkan kenangan dan luka yang mendalam bagi keluarga-keluarga yang ditinggalkan karena orang-orang yang mereka kasihi direnggut secara paksa dengan cara yang dengan tepat melukiskan betapa fasisnya penjajah jepang waktu itu.


Peristiwa yang terjadi pada tahun 1943-1944 dikenal sebagai peristiwa Mandor karena lokasinya tepat terletak di daerah Mandor yang sekarang masuk dalam wilayah kabupaten Landak. Jumlah korban yang sebenarnya tidak pernah terungkap sampai saat ini, namun diperkirakan korban peristiwa tersebut sebanyak 21.037 jiwa dengan target sebanyak 50.000 jiwa, berdasarkan pengakuan Kiyotada Takahashi seorang turis Jepang yang berkunjung ke Kalbar 2-122 Maret 1977. Ia merupakan mantan opsir Syuutizityo Minseibu yang pernah tinggal di Jalan Zainuddin Pontianak yang saat berkunjung tersebut Takahashi berprofesi sebagai Presiden Direktur perusahaan Marutaka House Kogyo Co Ltd.

Pada dasarnya bahwa tentara pendudukan jepang sengaja melakukan tindakan-tindakan biadap tersebut guna memberangus dan mematahkan semangat dan perlawanan masyarakat Kalimantan barat terhadap jepang. Penangkapan dilakukan dalam beberapa tahap, Pada awal pendudukan Jepang, tulis Iseki, keadaan di Kota Pontianak dan masyarakatnya sangat damai. Tidak ada gerakan anti-Jepang. Tapi pada Juli 1943, terbongkar komplotan melawan Jepang di Banjarmasin.


Otaknya adalah BJ Haga bekas Gubernur Belanda di Borneo. Tentara Jepang tak memberi ampun. Haga dan 800 orang yang dituduh terlibat gerakan itu dihabisi oleh Administrator Kaigun, Iwao Sasuga. Rupanya, berdasarkan informasi dari para informan Jepang, kelompok Banjarmasin itu telah menjalin hubungan dengan para aktifis di Pontianak. Tentu informasi dari Amir, seorang informan di Tokkei ini, membuat pihak Jepang marah. Menurut amir, Manajer Asahikan sebuah bioskop di Pontianak Ahmad Maidin, malah telah menyebarkan berita fitnah yang meresahkan. Misalnya, kota Surabaya dibom dan pasukan Jepang kalah perang terus. Kabar itu tersebar pada Juli-Agustus 1943.

Pada akhir Januari 1944 terjadi lagi penangkapan tahap II. Sekitar 120 orang yang ditangkap, antara lain tokoh-tokoh Singkawang. Sedangkan penangkapan tahap III terjadi pada Februari 1944, menimpa para ambtnaar dan kaum intelektual pada zamannya. Pada 28 Juni 1944 itulah saat yang menyeramkan warga Pontianak.

Waktu itu, demikian Iseki dalam bukunya, dilakukan pengadilan kilat terhadap 48 tokoh. Hari itu pula, para perintis kemerdekaan itu divonis hukuman mati dan langsung ditembak saat itu. Tawanan yang lain, yang berjumlah sedikitnya 1.000 orang papar Iseki, dipancung dengan samurai tanpa diadili. (sumber : Catatan Syafaruddin Usman MHD dalam Harian Equator).

Bagaimana mencekam dan menakutkan situasi ketika peristiwa tersebut terjadi dapat kita gambarkan melalui berbagai kesaksian baik dari korban yang lolos maupun dari keluarga korban atau para saksi mata dan pelaku sejarah.


Tajima (Prajurit Kompetai Jepang) :

“saya angkat bedil serta bayonet dengan tangen yang gemetar dan dengan tuntunan sumpah serapah sang letnan yang hampir histeris. Saya jalan perlahan lahan ke pria cina yang berdiri dengan muka ketakutan di samping lubang mayat, liang kubur yang ia bantu ketika menggalinya. Dalam hati saya meminta maaf kepadanya, dengan mata dipejamkan dan sumpah serapah letnan di kuping saya, saya menancapkan bayonet tersebut ke tubuh pria tersebut yang menjadi tegan itu. Waktu saya membuka mata saya, saya melihat pria itu jatuh perlahan ke liang kuburnya. Pembunuh kriminal, begitu saya memanggil diri saya”


Takahashi

“Saya ingat dan masih punya catatan tentang jumlah korban yang tertangkap ataupun terbunuh secara masal pada sekitar bulan Juni 1944, yaitu 21.037 orang. Tapi saya kurang mengetahui dengan pasti apakah semua tawanan itu dibunuh di daerah Mandor. Akan tetapi tentang jumlah korban tersebut pernah tercatat dalam sebuah dokumen perang yang tersimpan di museum di Jepang,” ucap Kiyotada Takahashi.


Lim Bak Djue atau Djuanda Rimbawidjaja :

“Dari orang Tionghoa yang menjadi korban Jepang, keluarga kami paling banyak,” ujarnya. Tak tanggung-tanggung, 8 anggota keluarga besarnya dibantai tentara Jepang masa itu.


Sultan Syarif Abubakar :

Sejak awal April, pemerintah Jepang di Pontianak mendengar isu akan adanya pemberontakan. Suasana kota Pontianak pun menjadi tegang. Rupanya ada yang memanfaatkan situasi itu untuk memancing di air keruh, tiba-tiba Jepang mencurigai keluarga Sultan Muhammad Alkadrie yang akan menjadi otak pemberontakan.

Hari itu ribuan balatentara Jepang mengadakan operasi kilat penangkapan orang-orang yang dicurigai. Dengan membabi buta setiap orang yang dianggap mempunyai intelektualitas –terutama para ulama—ditangkapi. Sultan Muhammad sendiri bersama para punggawanya “dijemput” paksa balatentara Jepang dari istananya.

Dengan disaksikan istri, anak cucu, punggawa dan sebagian rakyatnya, raja yang ahli ibadah itu dirantai dan kepalanya ditutupi kain hitam, sebelum dibawa pergi. Yang mengharukan, sebelum dibawa pergi Sultan Muhammad Alkadrie memutar-mutar tasbih di jari telunjuknya seraya bertakbir

Rombongan pembesar kerajaan lalu dibawa ke depan markas Jepang di sisi lain sungai Kapuas (sekarang menjadi markas Korem). Di tempat itu satu persatu kepala mereka dipenggal, kemudian dimasukkan ke truk dan dibawa pergi entah kemana. Beruntung, tujuh bulan kemudian –setelah Jepang sudah angkat kaki– jasad Sultan Muhammad Alkadrie berhasil ditemukan di Krekot. Penemuan itu sendiri berkat laporan salah seorang penggali lubang makam yang berhasil lolos dari pembantaian serdadu Jepang.

Dan sungguh menakjubkan, meski sudah tujuh bulan terkubur, saat digali kembali, jasad sultan yang shalih itu masih utuh seperti orang yang baru saja meninggal dunia. Bahkan, menurut kesaksian para penggali, pakaian dan tasbihnya pun masih tampak bagus. Jasad Sultan Muhammad Alkadrie kemudian dimakamkan kembali di makam para sultan Pontianak di Batulayang.


Nah, bagaimana nasib warga Pontianak ini disaat tragedi Rawagede dibawa ke Mahkalah Internasional. Terlalu banyak kekejaman yang dilakukan oleh para panjajah baik Jepang ataupun Belanda pada masa PD 1 hingga PD 2. Kesemua korbannya berasal dari warga Indonesia, akankah kasus-kasus serupa juga akan dibawa ke meja hijau Makhamah Internasional di Den Hagg, Belanda?

Dan bagaimana peran aktivis penegak hukum Indonesia dan dunia menyikapi hak dari warga Indonesia yang di siksa dan dibunuh sehingga menyisakan luka yang tak bisa dilupakan?

Media ini hanya saya gunakan untuk membuka mata para aktivis dan juga mengingatkan kita bahwa kejadian di Rawagede tidak hanya terjadi di satu tempat, bahkan di hampir seluruh tempat di Indonesia.


Orang jaman dahulu tersiksa demi kita anak cucu mereka, dan mengapa kita hanya diam saja mengatasi masalah negara ini, negara yang mereka perjuangkan dengan darah dan keringat!

Kita seharusnya malu pada diri sendiri, orang-orang intelektual di gedung DPR sedang asyik berbagi uang yang bukan hak mereka! Mereka menyuap berbagai pihak agar mereka aman.

Ingat! Pejuang menyelamatkan Indonesia melalui darah dan keringat dengan harapan kita sebagai penerus bisa mengangkat martabat negeri ini!! Bukan korupsi!!!

Merdeka!!


Mau Dibawa Kemana Tragedi Mandor?

Sabtu, 27 Agustus 2011

Kalimantan adalah tempat teraman dari gempa dimuka bumi ini, namun kejadian pada 23 dan 24 Agustus membantah hal itu. Senin pagi pada 23 Agustus 2011 gempa dgn skala 4,4 SR mengguncang Singkawang, Kalimantan Barat. Seluruh warga menjadi panik akan hal yg belum pernah dirasakan itu. Selama ini, puluhan atau mungkin ratusan tahun kota Singkawang belum pernah sekali pun dilanda gempa (atau lebih tepatnya 'guncangan'), ini adalah hal yang pertama kalinya bagi warga Singkawang dan sekitarnya (Bengkayang, Landak, Pemangkat, Kab. Pontianak).
Di kota Pontianak sendiri hal ini belum pernah terjadi, jadi mungkin Saya akan aman disini. Walaupun Singkawang-Pontianak jauh, namun jika Tsunami melanda Singkawang maka dampaknya akan terasa di Pontianak. Allahu'alam, hanya Allah yang tahu.

Selama ini pulau yang diketahui dilalui lempeng gempa di Indonesia adalah Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Papua, namun kali ini Kalimantan sudah menjadi terget selanjutnya. Akankah berlanjut?

Apa saja kemungkinan penyebab gempa di Singkawang?
Beberapa sudah Saya siapkan dibawah,

1. Pergeseran Lempang Bumi
Pergesan lempeng Bumi adalah penyebab utama gempa diseluruh dunia, hal ini terjadi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi akan terjadi.

Gempa jenis ini paling banyak terjadi di dunia, teruta adiwilayah Ring of Fire da juga wilayah Amerika dan Ocenia(Australia, New Zealand, dll.)



2. Aktifitas Gunung Api
Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Contohnya gempa di Jogjakarta dan beberapa wilayah di Amerika Latin.



3. Injeksi Caira Bumi
Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal.



4. HAARP
HAARP, adalah senjata pengatur iklim dan pemusnah massal baru milik Amerika Serikat. Ini adalah faktor yang paling mungkin menyebabkan gempa di Singkawang versi Saya sendiri.
Apa itu HAARP?

Dari wikipedia, HAARP adalah sebuah program penelitian ionosfer yang didanai oleh Angkatan Udara Amerika (USAF), Angkatan Laut Amerika Serikat, Universitas Alaska (University of Alaska) dll.
HAARP adalah proyek ambisius Amerika Serikat untuk melawan para penentangnya, dan Iran telah merasakannya. Beberapa tahun terakhir di Iran mengalami kekeringan yang parah, tuduhan itu diucapkan Ahmadinejad dalam pidatonya pada peresmian sebuah bendungan di sebuah provinsi di bagian tengah Iran. Sesaat setelah pidato itu, hujan pun turun.

"Berdasarkan laporan-laporan tentang iklim yang akurasinya sudah dipastikan, negara-negara Eropa menggunakan peralatan khusus yang bisa membuat awan menurunkan hujan di benua mereka," katanya.

HAARP disebut mampu menciptakan banjir dengan memanipulasi penguapan air?
HAARP mampu menciptakan badai dan bahkan gempa bumi. Dengan kemampuan ini, tentu saja itu berarti Amerika akan mampu menciptakan bencana kelaparan di wilayah yang diinginkannya. Bukan hanya itu, beberapa bencana didunia dituduhkan kepada Amerika Serikat sebagai yang paling bertanggung jawab atas bencana tersebut, diantaranya adalah Tsunami Aceh, Gempa Haiti, Tsunami Jepang dan yang terakhir adalah Gempa di Singkawang.
Sejumlah tuduhan terbukti, pergeseran lempeng yang tidak diperkirakan sebelumnya.


-Akibat HAARP-

So, walaupun penyebabnya belum kita ketahui namun beberapa spekulasi mungkin menjadi benar dengan beberapa bukti yang ada. Mungkin juga beberapa teori diatas salah! Sekali lagi, ini hanya perkiraan.
Sambil menunggu email balasan dari BMKG mari kita lanjutin puasanya, Saya akan sesegera mungkin meng-update jika email sudah dibalas. Selamat berpuasa. :)


Gempa Singkawang

Selasa, 19 Juli 2011


Nazaruddin, siapa yang tak kenal? Sebulan terakhir namanya terus di bicarakan diberbagai media, namun dengan konteks negatif. Karena Nazaruddin adalah tersangka penggelapan uang wisma atlet SEA Games 2011 di Palembang. Awalnya tak sekompleks ini, masyarakat tahu bahwa Nazar adalah tersangka kasus penggelapan uang wisma atlet, namun semua menjadi sulit dan tak terkendali sejak Nazar "Bernyanyi".

Tentu bernyanyi disini bukan dalam arti yang sebenarnya, karena Nazar tidaklah benar-benar bernyanyi, "Bernyanyi" disini diartikan berkoar-koar atau meneriakkan tuduhan. Siapa yang dituduh Nazar? Tentu saja teman-temannya dari partai Demokrat.

Nazar "Bernyanyi" sejak ia ditinggal sendiri setelah Ruhut Sitompul dan Sutan Bhatoegana yang awalnya membela Nazar kini berbalik menyerang Nazar, kini Nazar benar-benar sendirian. Sejak itulah Nazar mulai berani menyuarakan tuduhan yang dia anggap benar. Karena Nazar membongkar politik kotor ditubuh Demokrat kini ia menjadi buronan nomor satu di Indonesia, kepalanya dihargai Rp. 100.000.000,- oleh KPK. Kini ruang gerak Nazar semakin sempit, namun Nazar tidak sedang berada di Indonesia, terakhir terdengar bahwa Nazar berada di Singapura, terdengar pula Nazar sedang berada di Malaysia dan Thailand. Tapi tidak seorangpun yang tahu pasti dimana Nazar berada, bahkan pengacaranya O.C. Kaligis.
Dengan ini pula KPK mengajukan Muhammad Nazaruddin sebagai buronan di Interpol dengan tuduhan kejahatan korupsi, bahkan nama dan foto Nazar tertera di situs Interpol (Klik disini untuk ke halaman Interpol Wanted: M. Nazaruddin). Nazar di skak mat, polisi di 180 negara kini mengejarnya namun Saya ragu akan hal ini, mengapa? Saya rasa situs Interpol bukanlah solusi untuk mengejar Nazar, ada banyak cara yang bisa ditempuh dari pada menunggu laporan dari kepolisian negara luar.

Cara-cara itu salah satunya mengadakan komunikasi dengan negara-negara yang dicurigai menjadi tempat Nazar bermukim, mungkin Singapura atau Thailand atau mungkin Malaysia. Namun yang diutamakan adalah seluruh anggota ASEAN, mana kekuatan Indonesia sebagai ketua ASEAN? Mana ketegasan kita? Indonesia bukan negara yang dianggap remeh di ASEAN, atau bahkan di Dunia. Kita punya peranan disini, apa lagi kita tahun ini sebagai ketua ASEAN. Setidaknya tunjukkan ketegasan, tidak sulit sebenarnya jika presiden kita benar-benar serius Saya yakin Nazar berhasil dibawa pulang. Tapi sepertinya itu bukan sebuah langkah yang akan diambil oleh presiden, mungkin karena satu dan lain hal.

Kini Nazar telah mengobok-obok partai Demokrat, dari Ketua Umum Anas Urbaningrum, Ketua Pembina Partai SBY hingga Sekjen Partai yang tidak lain adalah Ibas, putra presiden SBY. Kita tidak tahu apakah yang dikatakan Nazar itu benar-benar fakta atau hanya bualan untuk menghancurkan demokrat, tapi yang pasti kasus ini merupakan cerminan wajah politik di Indonesia, sangat memperihatinkan. Disaat negeri ini butuh orang yang jujur bukan yang haus harta, Ibu Pertiwi dibuat kecewa oleh segelintir orang. Semoga Ibu Pertiwi kembali tersenyum bangga.

-Chandra-

Nazar Oh Nazaruddin

Senin, 04 Juli 2011

TKI sejatinya adalah tenaga kerja yang siap bersaing, siap kerja, dan berkompeten dibidangnya, namun banyak oknum yang tidak mengindahkan peraturan-peraturan penting tersebut itu. Akibatnya banyak dari Tenaga Kerja Indonesia yang mendapat hukuman diluar negeri, tidak hanya karena tuduhan ataupun fitnah yang tidak terbukti, namun sebagian karena alasan PRT dari Indonesia tidak layak kerja sehingga mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari para majikan. Masalah ini yang cukup mendapat perhatian Saya disamping kelalaian KBRI Saudi yang seolah menutup mata atas perlakuan kasar terhadap TKI kita.

Memang kadang kala tidak sepenuhnya tuduhan terhadap TKI ini salah, ada beberapa kasus yang memang disebabkan oleh tingkah tenaga kerja kita, misalnya membunuh, mencuri atau melukai keluarga majikan dan kemudian diajukan ke pengadilan disana sehingga mereka dijatuhi hukuman potong tangan atau bahkan hukuman pancung. Namun ini bukan semata-mata kesalahan TKI, mereka melakukan itu demi melingungi diri dari pemerkosaan atau penganiayaan sehingga mereka terpaksa harus melukai atau membunuh majikan yang sewenang-wenang agar terhindar dari pelecehan.

Dilihat dari segi kualitas tenaga kerja kita masih kalah dengan tenaga kerja dari negara lain, misalnya Filipina, Filipina memberikan pelatihan Bahasa Inggris kepada calon tenaga kerja mereka agar kelak dapat berkomunikasi dengan baik dinegara luar, selain itu Filipina juga mengajarkan cara kerja yang memenuhi standar agar tidak mengecewakan majikan dan berakhir penyiksaan. Bermodal pengalaman saja tidak cukup karena diluar sana sangat jauh berbeda dengan di Indonesia.

Ironi memang, tenaga kerja kita masih belum dihargai oleh bangsa asing, bahkan oleh bangsanya sendiri. Perlindungan terhadap TKI harus menjadi prioritas utama disamping pembinaan dan pematangan bahasa serta kinerja mereka, agar kelak tidak terulang lagi TKI yang dihukum mati diluar negeri. Hukuman harus diberikan kepada mereka yang melakukan kesalahan, namun sebaiknya ada konsekuensi terhadap TKI, misalnya dideportasi dan diserahkan ke pemerintah Indonesia agar setidaknya dihukum di negeri sendiri.



-Chandra-

TKI

Rabu, 01 Juni 2011


Kopassus (Google)

Assalamualaikum Wr. Wb, sudah lama gak nulis artikel di blog ini. Banyak hal yang harus dikerjakan, terutama bagi mahasiswa seperti Saya. Oke, kali ini Saya akan menceritakan sedikit cerita tentang kesuksesan Kopassus dalam memberantas teroris. Eksistensi Kopassus memang sudah terbukti dan mendapat pengakuan internasional berkat tragedi ini.

Mungkin sudah banyak blog yang memposting tentang Tragedi Woyla, di beberapa blog atau web banyak artikel tentang Tragedi Woyla terlihat begitu sama (baca: COPAS), namun kali ini berbeda. Saya menyusun berdasar kronologis dan tidak begitu panjang.
Dimulai awal keberangkatan pesawat Garuda Indonesia...

Tragedi Woyla
Garuda Indonesia Penerbangan 206 atau juga dikenal dengan sebutan Peristiwa Woyla adalah sebuah penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari pelabuhan udara sipil Talangbetutu, Palembang ke Bandara Polonia, Medan yang mengalami insiden pembajakan pesawat pada 28 Maret 1981 oleh lima orang teroris yang dipimpin Imran bin Muhammad Zein, dan mengidentifikasi diri sebagai anggota kelompok Islam ekstremis "Komando Jihad". Penerbangan dengan pesawat DC-9 Woyla tersebut berangkat dari Jakarta pada pukul 08.00 pagi, transit di Palembang, dan akan terbang ke Medan dengan perkiraan sampai pada pukul 10.55. Dalam penerbangan, pesawat tersebut tiba-tiba dibajak oleh lima orang teroris Komando Jihad yang menyamar sebagai penumpang.


Pembajakan
28 Maret 1981
Pesawat Garuda DC-9 “Woyla” bernomor penerbangan 206 tujuan Jakarta-Medan dengan Captain Pilot Herman Rante dan Co-Pilot Hendy Juwantoro lepas landas dari Bandara Internasional Kemayoran, Jakarta menuju Bandara Polonia, Medan. Saat itu belum ada penerbangan langsung Jakarta-Medan, sehingga pesawat harus transit (stop over) di Palembang. Setelah pesawat take off dari Bandara Talang Betutu Palembang dan sedang berada di atas Pekan Baru, mendadak 5 orang menyerbu kokpit, menyandera pilot dan seluruh awak pesawat. Pembajak seluruhnya orang Indonesia bersenjatakan granat, senjata api, dan dinamit memberikan tuntutan kepada pemerintah Indonesia. Berita pertama pembajakan tersebut mulai diketahui pada pukul 10.18, saat Kapten Pilot A. Sapari dengan pesawat F28 Garuda yang baru tinggal landas dari Bandara Simpang Tiga, Pekan Baru mendengar panggilan radio dari Garuda Indonesia 206 (Woyla) yang berbunyi “..being hijacked, being hijacked”. Berita tersebut langsung diteruskan ke Jakarta.

Pembajak memaksa pilot untuk menerbangkan pesawat ke luar negeri, pokoknya sejauh mungkin meninggalkan Indonesia. Permintaan ini jelas tidak bisa dipenuhi pilot, karena sebagai pesawat penerbangan domestik, jumlah bahan bakar yang dibawa terbatas. Pada awalnya pembajak meminta pesawat diterbangkan ke Kolombo, Sri Lanka. Tetapi akhirnya pesawat dibawa ke Pulau Penang, Malaysia untuk mengisi bahan bakar dan selanjutnya dibawa menuju Thailand. Kepada otoritas penerbangan Thailand, pembajak meminta supaya mereka boleh mendarat di Pangkalan Udara U Tapao. Tetapi karena minimnya fasilitas disana, kemudian mereka diijinkan mendarat di Bandara Don Muang, Bangkok dan ditempatkan pada jarak sekitar 2,5 km dari landasan utama.

Para teroris juga menuntut kepada pemerintah untuk membebaskan sejumlah tahanan dari Peristiwa Cicendo 11 Maret 1981, Teror Warman serta Kasus Komando Jihad serta meminta tuntutan tambahan berupa uang sebesar 1,5 juta dollar AS. Mereka juga meminta pesawat untuk pembebasan tahanan, untuk diterbangkan ke suatu tempat yang dirahasiakan. Para teroris yang seluruhnya bersenjata api itu juga mengancam jika tuntutan itu tidak dipenuhi akan meledakkan Woyla dan seluruh penumpangnya. Mereka telah menanam bom di pesawat.

Menghadapi keinginan tersebut, TNI dan Pemerintah tidak menyerah. Berita ini kemudian diterima oleh Wakil Panglima ABRI/ Panglima Komkamtib, Laksamana Sudomo. Saat itu kekuatan pasukan ABRI sedang tidak terpusat di Jakarta karena sedang diadakan Latihan Gabungan (latgab) di Ambon. Berita mengenai pembajakan ini oleh Sudomo diteruskan ke Ambon dan diterima langsung oleh Assisten I Intelejen Hankam, Letnan Jendral Leonardus Benjamin Moerdani, yang lebih dikenal dengan nama Benny Moerdani. Informasi ini oleh Benny Moerdani disampaikan langsung kepada Panglima ABRI, Jendral Andi Muhammad Yusuf, yang lebih dikenal dengan nama M.Yusuf. Jendral M.Yusuf kemudian mempercayakan kepada Benny untuk menyelesaikan masalah ini bersama Kepala BAKIN, Jendral Yoga Soegama. Mereka kemudian diperintahakan untuk kembali ke Jakarta dan menghadap Presiden Soeharto untuk membicarakan tidakan selanjutnya. Yoga mendapat tugas untuk segera terbang ke Thailand, menjemput sandera sambil “bernegosiasi” dengan para pembajak, dengan tujuan mengulur-ulur waktu. Sementara Benny bertugas menyiapkan pasukan dan menyusun rencana operasi penumpasan pembajak.
Melalui berbagai upaya diplomasi dengan pembajak juga Pemerintah Thailand, Kabakin dan Letjen L. Benny Moerdani berhasil mengulur waktu dan mendapat ijin dari Pemerintah Thailand.

-Pesawat Garuda DC-9 'Woyla'-


Penyergapan dan Pembebasan
Pada tanggal 31 Maret, 30 Prajurit Kopassandha TNI AD (Korp pasukan sandhi Yudha) yang kini bernama Kopassus di bawah Komandan Letnan Kolonel Infanteri Sintong Panjaitan mendekati Woyla secara diam-diam. Namun beberapa saat sebelumnya Pemimpin CIA di Thailand menawarkan pinjaman jaket Anti-Peluru, namun ditolak karena pasukan Kopassandha Indonesia telah membawa perlengkapan mereka sendiri dari Jakarta.

Pukul 02.30 semua tim akan masuk ketika kode diberikan. Pada pukul 02.43, Tim Thailand ikut bergerak ke landasan, menunggu di landasan agar tidak ada teroris yang lolos. Ketika penyerbuan pada Selasa dini hari pukul 02.45 WIB seluruh pintu pesawat Woyla didobrak 30 prajurit Kopassandha, ternyata tak semuanya sesuai dengan skenario yang direncanakan. Saat menyerbu kokpit, pembajak menembak pilot Herman Rante hingga terluka parah pada bagian kepala. Ketika pasukan menyerbu pintu belakang, terdapat waktu sela supaya pintu dapat terbuka sepenuhnya, karena mekanismenya buka-tutup pintu dilakukan secara elektris. Setelah pintu terbuka, pasukan masuk. Karena sebelumnya terdapat waktu sela saat pintu membuka, pembajak yang ada di dekat pintu sudah bersiap menembakkan senjatanya.

Seorang prajurit bernama Achmad Kirang yang menerobos masuk terkena tembakan pembajak.Peluru menembus bagian badan Kirang yang saat itu tidak terlindung rompi anti peluru (flack jacket). Achmad Kirang terluka, tetapi pasukan yang bersamanya langsung menembakkan senjata yang merobohkan si pembajak. Pembajak juga sempat melemparkan granat ke arah pasukan. Tetapi karena kurang terlatih, granat tidak meletus karena cara mencabut pen yang tidak benar.

Seorang pembajak mencoba membaur dengan penumpang lain menuruni tangga pesawat. Tetapi penumpang lain menunjuk-nunjuk ke arahnya dan memberitahu bahwa ia adalah salah seorang pembajak. Melihat gelagat ini, pembajak tersebut berlari menjauh daari penumpang. Melihat gelagat mencurigakan ini tanpa ampun pasukan menghajarnya dengan berondongansenapan serbu M16. Ia terjatuh dan tewas seketika.

Saat pembersihan dilakuakan, Benny menyusup masuk ke dalam kokpit. Ia mengambil alih radio di pesawat. Kepada Yoga yang masih sabar berjaga, terjadi percakapan antara Benny dan Yoga.
“This is two zero six, could I speak to Yoga please?”
“Yes, Yoga is here…”
“Pak Yoga, Benny ini..”
“Diancuk, neng ngendi kowe???” (Sialan, dimana kamu??)

Akhirnya semua sandera diselamatkan dan seluruh pembajak dapat diringkus.


Pasca Penyelamatan
Pilot Herman Ranted an Achmad Kirang meninggal dunia di RS. King Bumibhol, Bangkok. Mereka kemudian dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta dengan upacara kebesaraan.
Sementara para terrorist dan Imran bin Muhammad Zein selaku otak peristiwa pembajakan pesawat DC-9 ini kemudian dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tahun 1981. Imran merupakan salah seorang yang terlibat dalam Peristiwa Cicendo bersama Maman Kusmayadi, Salman Hafidz, serta 11 orang lainnya. Maman dan Salman bernasib sama dengan Imran dan dieksekusi dalam hukuman mati.

Mengharumkan Nama Bangsa
Peristiwa ini berhasil mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional, secara khusus Kopasandha (sekarang Kopassus). Para pasukan tersebut oleh presiden akhirnya mendapat kenaikan pangkat satu tingkat dan anugerah Bintang Sakti. Khusus untuk almarhum Achmad Kirang, ia mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa 2 tingkat. Bintang Sakti merupakan penghargaan tertinggi bagi seorang prajurit. Tidak semua prajurit bisa mendapatkan anugerah ini. Bintang Sakti hanya diberikan kepada prajurit dengan dedikasi yang tinggi yang melakukan pekerjaan melebihi panggilan tugas. Dari sini kemudian terbentuk tim anti teror di Kopasandha yang sampai sekarang dikenal dengan nama Satuan 81 (Sat-81). Angka 81 diambil dari tahun terjadinya pembajakan, 1981.


Dari tulisan di atas, kita dapat mengetahui betapa perkasanya Kopassus sehingga dapat melumpuhkan teroris walau beberapa orang menjadi korban. Padahal saat itu Kopassus belum berpengalaman menghadapi pembajakan pesawat oleh teroris, dan semoga ini menjadi pelucut semangat para aparat keamanan di negara ini agar menjalankan tugas dengan sepenuh hati, tanpa mengharap imbalan dan tidak takut mati demi melindungi dan mengayomi sesama.


-Chandra-


Peristiwa Woyla: Pebajakan Pesawat Garuda

Rabu, 04 Mei 2011

Dari Wikipedia, Mahmud Ahmadinejad atau bisa dibaca Ahmadinezhad (bahasa Persia: محمود احمدی‌نژاد ; lahir di Aradan, Iran, 28 Oktober 1956 -umur 54 tahun) adalah Presiden Iran yang keenam dan memperoleh 61.91% suara pemilih pada pilpres Irantanggal 24 Juni 2005. Jabatan kepresidenannya dimulai pada 3 Agustus 2005. Ia pernah menjabat Walikota Teheran dari 3 Mei 2003 hingga 28 Juni 2005 waktu ia terpilih sebagai presiden. Ia dikenal secara luas sebagai seorang tokoh konservatif yang sangat loyal terhadap nilai-nilai Revolusi Islam Iran, 1979.

Kehidupan Ahmadinejad secara singkat.

Keluarga

Lahir di daerah desa pertanian Aradan, dekat Garmsar, sekitar 120 kilometer arah tenggara Teheran. Dia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, berasal dari keluarga Syiah. Orang tuanya,seorang Tukang Besi, Ahmad Saborjihan, memberi nama Mahmud Saborjihan saat lahir. Dia menggunakan nama tersebut hingga sebuah keputusan besar mendorong keluarganya untuk hijrah ke Teheran pada paruh kedua tahun 1950-an. Di Teheran, ayahnya mengubah namanya menjadi Mahmud Ahmadinejad sebagai isyarat religiusitas dan semangat mencari kehidupan yang lebih baik, karena Saborjihan dalam baha Parsi berarti pelukis karpet, pekerjaan yang jamak dilakukan di sentra karpet seperti Aradan, sedangkan Ahmadinejadberarti ras yang unggul, bijak dan paripurna.

Pendidikan

Dia lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi.

Pada tahun 1980, dia adalah ketua perwakilan IUST untuk perkumpulan mahasiswa, dan terlibat dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang mengakibatkan terjadinya krisis sandera Iran.

Sekilas sebagai Presiden Iran

Setelah dua tahun sebagai walikota Teheran, Ahmadinejad lalu terpilih sebagai presiden baru Iran. Tak lama setelah terpilih, pada 29 Juni 2005, sempat muncul tuduhan bahwa ia terlibat dalam krisis sandera Iran pada tahun 1979. Iran Focus mengklaim bahwa sebuah foto yang dikeluarkannya menunjukkan Ahmadinejad sedang berjalan menuntun para sandera dalam peristiwa tersebut, namun tuduhan ini tidak pernah dapat dibuktikan.



Tauladan bagi semua orang.
Yang membuat orang terpelongo adalah saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, ia menyumbangkan seluruh karpet istana Iran yang sangat tinggi nilainya kepada masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

lwpnthgn
-Presiden Ahmadinejad saat menerima wartawan-

Di istana, ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan memintan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan dua kursi kayu yang sederhana tetapi terlihat impresif.

Pertama kali menjabat presiden Iran yang langsung dilakukannya adalah mengumumkan kekayaannya tadi, yang sama sekali tak sebanding dengan lazimnya kekayaan seorang pejabat di negara-negara lain umumnya. Jangankan dibandingkan dengan presiden, dengan anggota legislatif di Indonesia pun ia "tak layak diperbandingkan". Padahal, kalau dilihat dari sisi reputasi, ia adalah salah satu pemimpin dunia yang amat berpengaruh dalam percaturan dunia saat ini.

Sebagai presiden, ia masih tinggal di rumahnya. Di banyak kesempatan ia menyempatkan diri bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

19653036_e7b3dcc7f7
-Rumah dan mobil pribadi Ahmadinejad-

Rekening banknya pun bersaldo minimum, dan satu-satunnya uang masuk baginya adalah uang gaji bulanannya. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$250.

Lalu, apakah yang sebenarnya ingin dikejar Ahmadinejad dengan menampilkan diri menjadi presiden sebuah Negara yang sangat penting secara strategis, ekonomis, politik dan pertahanan di kawasan Arab dan bahkan dunia itu?


Mengutamakan kesejahteraan rakyat.
Presiden ini malah tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari yang selalu berisikan sarapan roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

hrx2yidf
-Memakan makanan yang sudah disiapkan sang istri-

Hal lain lagi yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan. Ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

Ia juga menghentikan kebiasaan upacara karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yang tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.

occjcbnq
-Bahkan hanya tidur beralaskan karpet dan sebuah selimut-

'Program' Anti-Korupsi.
Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri-menterinya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sudah dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri-menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan.

Saat ia meminta menteri-menterinya untuk datang kepadanya, mereka akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan-arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan mereka untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat mereka akan berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

djylyzy6
-Baju Ahmadinejad sudah robek dibagian ketiak, namun itu bukanlah sebuah masalah baginya.
Menghindari korupsi adalah hal utama dalam menjabat seorang presiden-

Apakah Ahmadinejad ingin menyindir banyak pejabat di seluruh dunia dengan berperilaku seperti itu atau ingin merendahkan posisi presiden?

Presiden Iran ini memang membuat orang terpelongo dan foto-foto kesederhanaan dirinya menyebar ke banyak negara termasuk Amerika Serikat yang amat memusuhi program-program pertahanan Iran di bawah kepemimpinannya.

Yang paling dipujakan orang terhadapnya adalah prilakunya di dalam mesjid. Dalam hal bermakmum dalam sholat, Anda akan sering melihat bahwa seorang presiden tidak duduk di baris paling muka. Pada kesempatan apa pun, ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat di mana pun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa. Tidak heran, ada sebuah foto Ahmadinejad sedang duduk melaksanakan sholat di pinggir sebuah jalan hanya beralasakan kain!

d1qd62fz
-Ahmadinejad selalu menyempatkan untuk sholat dimanapun ia berada-

Ketika dia mengadakan hajatan besar yaitu menikahkan puteranya, pernikahan putra presiden itu tak menghabiskan milyaran rupiah seperti ketika putra seorang menteri di Indonesia menikah. Pernikahan itu, penikahan seorang putra presiden negara sestrategis seperti Iran, hanya layaknya pernikahan anak seorang kaum buruh.

15943961
-Ahmadinejad di pernikahan putranya. Sangat sederhana.-



-Chandra-

Mahmoud Ahmadinejad